Saturday, 24 November 2018

Anti Miaw-Miaw Club

Rumahku akhir-akhir ini berasa banget gerahnya. Penyebab utamanya ada dua yaitu:
1. Emang udaranya lagi panas; 
2. Jarang dibukain pintu dan jendelanya.

Untuk penyebab pertama ya aku cuma bisa berdoa dan berusaha yah biar bumi ini nggak makin panas. Semaksimal-mal-mal-nya diriku ini. Nah penyebab yang kedua ini yang agak repot. Tentu solusinya sudah di depan mata: ya bukain dong pintu-pintu dan jendela-jendelanya! 

Iya bener banget sih. Tapi aku, ibuku, dan bapakku jarang buka pintu karena nggak pengen kucing-kucing pada masuuuuk. Kami ini keluarga yang nggak suka sama kucing tapi di halaman rumah kami selalu aja dihampirin sama kucing. -_-" Sumpah deh kucing-kucing tak bertuan yang suka nongkrong di halaman rumah aku tuh nggak bisa lihat pintu atau jendela kebuka dikit udah melenggang masuk aja. Kami tahu kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad, tapi ih sumpah deh menurut aku kucing tuh nggak semanis itu deh...

Pernah ada kucing (kayanya sih hamil ya) masuk lewat pintu depan. Doi naik dong ke kursi ruang tamu, eh TERUS MUNTAH. Ingin berkata kasar...

Kucing yang sama di lain waktu juga pernah masuk lagi ke ruang tamu, kali ini doi boker dong di ruang tamu. Ingin marah...
Kalau lagi di halaman pun kucing-kucing itu bokernya sembarangan banget, nggak pakai gali terus dia tutup galian gitu. Jorok kan! Bau pula. Sama sekali berbeda dengan cerita yang kudengar bahwa kucing itu hewan yang suka kebersihan, yang katanya kalau boker suka gali-gali lubang terus nutupin lubangnya habis boker.

Saddle sepeda motor aku juga pernah dicakar sama kucing sampai sobek. Jadi si kucing itu bangun tidur gitu, tidurnya tentu saja di saddle motor itu. Lalu pas bangun dia meregangkan badannya sambil nyakar-nyakar. Ingin rasanya melempar dia sampai ke Yunani...
Biasanya pintu rumah samping ini dibuka si kucing udah pasang kuda-kuda mau masuk aja
Kesempatan lain terjadi di kamar aku, ini yang paling paling paling bikin aku kesal. Waktu itu aku habis ngepel kamar. Jadi jendela aku buka biar enak aja gitu udaranya kan. Sambil menunggu lantai kering, aku duduk di luar kamar, di depan TV. Tiba-tiba terdengar suara kucing tengkar gitu dari kamar. Iyaaaa ternyata mereka berdua itu loncat ke dalam kamar lewat jendela lalu tengkar di dalam, woooy dikira kamarku arena tinju apa. Kampreeeeeeeeeeet!Tahulah kalau kucing tengkar kan rambutnya pada bertebaran gitu iyuuuuuh sumpah jijaaaay. Mana waktu itu kaya lagi parno-parnonya sama toksoplasma :( lalu aku bersihkan ulang kamarku itu sambil nangis. Hiks. 

Aku paham bahwa semua makhluk hidup ingin memiliki tempat tinggal yang nyaman. Bisa untuk berteduh saat hujan, bisa untuk meringkuk hangat saat udara sedang dingin. Termasuk kucing pun demikian. Dia suka tiba-tiba masuk ke rumah mungkin yang dicari ya yang empuk-empuk gitu yang nyaman buatnya tidur.
Tapi gimana ya aku dan keluargaku memang kompakan aja gitu untuk nggak suka membawa kucing masuk rumah. Ditambah dengan kelakuan kucing-kucing yang sudah kutulis di atas, jadi ilfeel dah. Meski demikian sekesal-kesalnya kami nggak pernah sampai nendang kucing. Kalau ngusir ya hush-hush gitu aja sambil digiring menjauh.
Biasanya bukan dia nih yang suka masuk-masuk tapi ya kaya cowo ah semua kucing sama aja :( 
Kadang kalau ada ikan lebih kami kasih ke kucing. Kalau habis makan ikan masih ada kepala ikan yang bisa dimakan, ya kami buang ke sampah agar bisa dimakan kucing-kucing. Kami memang nggak pernah ngasih makan mereka secara sengaja beli, maksudnya biar mereka nggak nyaman, kelaparan, dan cari tempat lain gitu. Tapi herannya, nggak pergi-pergi. Justru kawan-kawannya itu kucing kadang malah mampir tapi berhari-hari. Alamakjaaaan. (Eh ya gak paham itu kawan apa musuh, kayanya sih musuh ya habisnya kalau ketemu ujung-ujungnya tengkar gitu iyuuuuuh bikin takut aja. -_-")
Bapak aku juga pernah berusaha membuang kucing-kucing itu. Bapakku ngarungin mereka lalu menurunkan mereka di pasar yang jauh dari rumah. Tapi yah, pergi satu datang satu. Kalau kata tetangga sih mereka nyaman di rumahku karena di rumahku halamannya besar katanya.

Sungguh, sampai kapan pun aku nggak bisa bangetlah sahabatan sama kucing. Please kucing, kenapa sih kalian nggak pergi aja dari rumah aku?  Lelah jiwa aku sama kalian ini. 

***