Showing posts with label budaya indonesia. Show all posts
Showing posts with label budaya indonesia. Show all posts

Sunday, 2 November 2014

Wanderer Wannabe




Sekitar penghujung tahun lalu aku teringat apa yang diucapkan pak rektor atau siapapun yang menyambutku waktu maba dulu di tahun pertama, satu ucapannya yang kuingat: "...Universitas Brawijaya adalah kampus dengan jumlah keberagaman mahasiswa yang paling tinggi..." Semakin bertambah semester aku semakin kenal dengan teman seangkatanku di jurusan, akupun semakin tahu bahwa memang benar apa yang dimaksudkan di pidato tersebut. Manusia dari Sabang sampai Merauke ada semua disini, jumlahnya memang hanya satu dua masing-masing jurusan tapi kalau dikumpulkan se-UB lumayan juga. Mau cari anak Aceh, ada. Sulawesi, ada juga. Kalimantan, banyak banget. Papua, ada dan semakin bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun. Aku kurang mengerti sih di tempat lain seperti apa hanya saja "keberagaman mahasiswa yang paling tinggi" bolehlah jadi kebanggaan, entah memang tertinggi atau nggak ya percaya ajalah sama rektor. Haha.

Artinya meskipun kampus ini bukanlah yang terbaik di seluruh Indonesia tapi kampus ini sudah seperti Indonesia itu sendiri, beragam. Buatku, yang selama ini cuma bisa belajar tentang Indonesia secara fisik dan apapun di dalamnya lewat buku dan cerita guru sungguh suatu kebanggaan bisa bersalaman langsung dengan orang batak, orang sunda ataupun orang dayak. Bercanda dengan mereka. Ngobrol akrab dengan mereka. Mendengarkan mereka bicara dengan logat mereka. Tahu langsung dari cerita-cerita mereka seperti apa kebiasaan mereka budaya mereka sehari-harinya. Kalau selama ini aku hanya tahu pulau Sulawesi wujudnya gitu aja dari atlas, aku bisa tahu di sana ada apanya sih. Apa benar disana itu begini. Apa benar disana begitu.

* * *

Kelulusan adalah hal paling membanggakan dalam perkuliahan. Iya, bukan tentang berhasil lolos masuknya tapi bisa nggak keluar lulusnya. Setelah berhasil keluar kita dihadapkan pada tanggung jawab untuk kemana setelah ini. Sejak bulan Juli lalu kelulusan sudah kupegang, harapan terbesarku pokoknya jangan sampailah aku menganggur seharipun. Alhamdulillah keturutan. Harapan lainnya yang tidak kalah penting adalah jangan sampailah berada di Kota Malang terus. Alhamdulillah sedang merintis supaya bisa terwujud, haha.

Begitu beragamnya teman-temanku di masa kuliah ini, membuatku berkaca. Umur kami relatif sama, tapi kok apa yang mereka tahu rasanya bisa lebih banyak dari aku ya? Pertama tentang asal mereka kedua tentang tempat mereka kuliah ini. Aku sih cuma tahu yang pertama, itupun bisa dikata setengah daerah saja. Mereka sudah melintasi separuh negeri hanya untuk menimba ilmu meluaskan wawasan dan pandangan, sedangkan aku? Aku sering berkata pada diri sendiri dan semua orang bahwa Indonesia bukan cuma Pulau Jawa, aku cinta Indonesia, aku cinta negeri ini, aku benci kalau ada kritikan rendah terdengar dengan embel-embel "..ya gitu emang, Indonesia...". Iyaaaa aku cinta negeri ini, tapi kenapa aku bisa berkata begitu ya? Kenapa aku bisa yakin cinta banget sama negeriku padahal aku sebenarnya tahu apa sih tentang negeri ini? Bukankah selama ini aku cuma bepergian belasan kilometer saja, dalam kota? Apa yang aku bisa ceritakan tentang dia kalau memang aku cinta negeri ini?

Hal itulah yang menjadikan aku pikiran, aku pingin seperti teman-temanku. Aku pingin merantau. Aku pingin seperti mereka. Lebih dari itu, aku pingin menjelajah. Aku ingin tahu, negeri seperti apa sih yang aku bilang aku cinta ini. Sudah cukuplah masa muda dihabiskan di kota, setiap hari yang terlihat cuma hutan beton dan asap-asap gelap kendaraan. Semoga belum terlambat. Setiap akhir minggu aku sudah coba untuk nggak berada di rumah. Seperti minggu lalu, Sabtunya di Bandung Minggu di Jogja. Minggu yang lalu juga aku ke Lamongan Sabtu dan Minggunya. Meskipun baru sebentar saja dan masih juga bertemu hutan beton, tapi paling tidak ini juga suatu perjalanan yang membawaku pada hal baru. Aku juga tersadar: ternyata negeri ini masih terlalu asing untuk kita jelajahi, jadi buat apa ke luar negeri?

Hari ini dan kemarin (Sabtu dan Minggu) aku ada di rumah, rasanya aneh banget. Seperti sudah lama nggak disini, jadi bingung harus ngaps. Biasanya di kota lain pasti ada yang dilakukan, atau nggak sedang di perjalanan. Tapi rasa inilah yang aku inginkan datang, rasa yang lain meskipun berada di kamar sendiri. Rasa terasing, rasa lupa harus apa. Suatu hari nanti aku ingin berada di kamarku sambil bilang "aku kangen kamar ini", setelah berlayar sampai ke ujung Timur Indonesia. Mendaki gunungnya, menyelam ke dalam lautannya. Merasakan sinar Matahari dari sudut lain, dari jarak yang lebih dekat. Mungkin sambil rindu rumah, hal yang nggak pernah kurasakan selama ini selama aku hidup di Malang saja. Iya, aku pingin tahu rasanya rindu rumah. Semoga, suatu hari nanti.

Aku ingin merantau, keluar dari zona nyaman ini
Aku ingin merantau, agar aku tahu artinya pulang 
Aku ingin merantau, melihat Indonesia lebih jauh dan lebih dekat
Mendaki gunung-Nya dan menyelami laut-Nya
Menempa diriku dengan jarak dan rindu
yang akan membuatku semakin tangguh dan kuat 
Aku ingin merantau, aku ingin merantau 
Melihat bagaimana dunia di luar sana berputar anggun
Memandangku, menyambutku

Mantep banget rambutnya, semoga suamiku ntar gitu juga haha asik

Monday, 28 January 2013

Crazy Little Thing Called Saving Our Culture

Beberapa hari yang lalu, aku beres-beres kamar, KEREN KAAAAAN!
.
.
.
.
.
.
KRIK KRIK KRIUK
.
.
.
.
.
.
ITU KEREN LOOHHHHH!!!!
So swear, itu kegiatan paling keren yang aku lakukan, soalnya cuma dilakukan setahun dua kali. Kenapa dua kali, karena liburan kuliah cuma datang dua kali! Meskipun liburannya ada yang sebulan ada yang dua bulan, tapi cuma masing-masing sehari aja per liburan, makanya kubilang keren :))
Waktu bersih-bersih itu, daerah yang nggak pernah kujamah buat dibersihkan cuma satu: Lemari meja belajar. Bukan, bukan karena buku-buku disana keramat dan dihuni beberapa makhluk lembut hati maupun penampakannya. Tapi karena disana itu emang udah bersih karena aku selalu menjaganya. Isinya kan komik sama majalah gitu, makanya selalu aqwh jaga kehormatannya

kamar akoooooh! :3

Loh ntong, lemari meja belajar kok malah isinya komik majalah?Terus buku-buku kuliah dikemanain?
Buku kuliah aman kok diluar. Ya gapapa kan mereka lebih butuh kehangatan dibanding buku Struktur Kayu, Struktur Beton, dan lain-lain. :) Mikikikikik

Saat bersih-bersih itu, aku lihat satu majalah Hai edisi ga tau berapa, yang jelas terbitan tanggal 21-27 September 2009. Cover depannya gambar Muse dan dan judul utamanya SELAMATKAN BUDAYA INDONESIA! Menarik buat diingat kembali, kan, tahun 2009 itu bagaimana kebudayaan kita bisa 'diculik' sehingga harus 'diselamatkan'.

halaman 22, sob.

Sejak saat itu, banyak banget anak muda yang mulai menunjukkan rasa nasionalisnya *sok tua* *ngelus jenggot* (mungkin bukan sejak saat itu juga si, aku aja yang baru tau ya -_-"). Mulai dari koar-koar pas Hari Batik, bikin brand yang memproduksi barang-barang yang 'Indonesia banget', nge-cover lagu wajib, dan............. lain-lain :|


 ini batik aku buat Hari Batik kemarin, batik madura cuy :3

kerahnya keren kan unyu yaak aaaaaaaaaaaaaak >_______<

Penemuan budaya Indonesia ini membawa guweh terdampar pada suatu kresek belanjaan bapak dan ibuk suatu sore. Ini KRESEK LUAR BIASA!

Eh, m m m maksudnya tong?

Yeah, dalam kresek itu aku menemukan dua barang yang sangat menakjubkan. Karena dua barang itu menakjubkan, makanya kresek ini luar biasa. Karena isi kresek itu adalah: INDOMIE RENDANG DAN TEH CELUP SOSRO! #JENGJENG #YIHAAAA
Masih herman kenapa dua barang itu luar biasa? Lihat sosok mereka ini:

hai aku adalah teh celup Sosro yang unyu-unyu beud :3
Indomie janda, ungu-ungu gitchuuu

CIAT CIAT CIAT hebat kan mereka berdua!
Teh Sosro sebagai teh celup yang udah tenar juga ikut pakai batik loooh. Jadi ternyata ya, bukan cuma manusia sadar untuk melestarikan batik dengan dipakai di badan, tapi juga ternyata manusia yang punya Sosro ini loh sadar untuk mengingatkan kita bahwa batik masih milik kita dan dipakaikanlah di kemasan dia ini. Kya kya Sosroooooooo!


zoom in! Ini dia motifnya
 
Sementara Indomie Rendang, mungkin masih banyak yang belum tahu ya kalau Rendang itu adalah makanan ter-nyummy nyummy pertama sedunia menurut surveynya CNN (sini sini baca disini). Ya percaya nggak percaya si, soalnya beritanya cuma di internet. Tapi anggaplah beneran, rendang ini kan makanan khas Indonesia, makanan terenak pula! Harus dong kita betul-betul lindungi karena rawan banget buat diembat juga sama negara tetangga ya kan. Salah satu bentuk perlindungannnya ya bisa dengan mengabadikannya sebagai salah satu rasa di produk mie kita sendiri, ya Indomie ini (eh Indomie tuh asli Indonesia nggak si? Iya gak ya? Iya gak si? Yaudah anggep aja iya). Preventif, kan? Kayak yang diharapkan semua orang.

Ini nggak ada maksud promosi sama sekali loh, aku buka SPG Sosro ataupun Indomie kok. Aku cuma pingin menunjukkan bahwa menjaga kebudayaan bisa kok ditunjukkan dengan cara apapun. Ya kan? Ya dooooong.