Showing posts with label malang. Show all posts
Showing posts with label malang. Show all posts

Wednesday, 31 July 2019

Coto Makassar di Malang

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Saat kuliah dulu, aku pernah diajak kawanku (asal dia dari Toli-Toli) untuk makan di warung masakan Makassar. Letaknya di Galunggung (Daeng Rudi). Aku makan coto untuk pertama kalinya, menurutku rasanya super wow enak banget! Sejak itu, aku berjanji kalau lagi ada uang banyak aku bakal pakai buat foya-foya makan ke sana hahahah karena pas kuliah kan sangunya ya segitu-itunya.
Tampak depan warungnya (tapi rada miring haha)
Tapi berbagai kesibukan membuat aku lupa untuk foya-foya makan di sana. Bertahun-tahun nggak sobo makanan Makassar, akhirnya kemarin sore ada rejeki makan coto lagi hihi aziqqq. Kali ini bersama ibuku. Tapi nggak yang di Galunggung. Aku baca-baca di Twitter katanya ada yang lebih enak yaitu di Jalan Widodaren no. 9! 

FYI, emak aku kalau ditanya mau makan apa jawabnya selalu TERSERAH, yaudah aku kasih ide makan coto ini aja ke sana. Eh ternyata doi senang-seneng ajah!
Gambar-gambar menu di dinding sebelah kiri
Meskipun lokasinya cukup masuk-masuk, tapi ramai juga loh tempatnya! Aku juga punya berita bagus untuk kalian yang nggak suka bayar parkir, di sini bebas parkir! Asal masih sepanjang Jalan Widodaren no.9 yhaaa.

Harga seporsi Coto Makassar daging Rp20.000,00, kalau yang campur jerohan (usus, paru, dan sepertinja ada babat juga) Rp18.000,00. Aku pilih yang campur dan ibuku yang daging. Selain itu ada juga pallu basa, mie kering, sop saudara. Kenapa kupilih yang campur jeroan, karena makan daging doang terlalu mudah! Jeroan diciptakan biar gre666et! Mwahahahha.
Harga tersebut belum sama lontong atau buras (ketupat) ya. Per bijinya Rp2000,00. Nggak perlu pesan berapa lontong atau buras yang mau kamu makan, kita ambil sendiri di meja, sudah disediakan. Ntar tinggal lapor aja sudah ambil berapa. Ceritanya kaya kantin kedjoedjoeran gitu yha.
Fotonya burem jelek banget ya Allah -_-'
Untuk minumannya ada sirup, es buah, es pisang ijo, es palu butung, dan jus-jus gitu. Tentu saja aku pesan pisang ijo hahaha aku suka banget sama pisang ijo (tanpa es). Harga pisang ijo Rp10.000,00.

Semua orang bilang di Widodaren ini jauh lebih enak dibanding yang di Galunggung, malah beberapa teman aku bilangnya yang di Galunggung nggak banget! Sejujurnya aku lupa banget yang di Galunggung apa ya separah itu, karena kok dulu aku makan ya oke-oke ajah. Tapi ya yang di Widodaren ini emang enak. 
Aku juga suka lihat bakul kasirnya pasang bendera-bendera negara dan ikan koi gitu. Berasa di luar negeri hahaha tapi pertanyaannya ko nggak dipasang ya bendera merah putihnya? 
Pisang ijo tanpa es
Oh iya, tapi di sini kayanya nggak menyediakan gogos dan jalangkote. Kalau di Galunggung ada tuh. Gogos itu macam lemper tapi isinya bukan ayam tapi tuna, nah jalangkote itu pastel.

Recommended-lah kalau yang mau makan makanan Makassar ke sini. Gaaaas!
Bayarnya di situ, guys!
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Saturday, 24 November 2018

Anti Miaw-Miaw Club

Rumahku akhir-akhir ini berasa banget gerahnya. Penyebab utamanya ada dua yaitu:
1. Emang udaranya lagi panas; 
2. Jarang dibukain pintu dan jendelanya.

Untuk penyebab pertama ya aku cuma bisa berdoa dan berusaha yah biar bumi ini nggak makin panas. Semaksimal-mal-mal-nya diriku ini. Nah penyebab yang kedua ini yang agak repot. Tentu solusinya sudah di depan mata: ya bukain dong pintu-pintu dan jendela-jendelanya! 

Iya bener banget sih. Tapi aku, ibuku, dan bapakku jarang buka pintu karena nggak pengen kucing-kucing pada masuuuuk. Kami ini keluarga yang nggak suka sama kucing tapi di halaman rumah kami selalu aja dihampirin sama kucing. -_-" Sumpah deh kucing-kucing tak bertuan yang suka nongkrong di halaman rumah aku tuh nggak bisa lihat pintu atau jendela kebuka dikit udah melenggang masuk aja. Kami tahu kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad, tapi ih sumpah deh menurut aku kucing tuh nggak semanis itu deh...

Pernah ada kucing (kayanya sih hamil ya) masuk lewat pintu depan. Doi naik dong ke kursi ruang tamu, eh TERUS MUNTAH. Ingin berkata kasar...

Kucing yang sama di lain waktu juga pernah masuk lagi ke ruang tamu, kali ini doi boker dong di ruang tamu. Ingin marah...
Kalau lagi di halaman pun kucing-kucing itu bokernya sembarangan banget, nggak pakai gali terus dia tutup galian gitu. Jorok kan! Bau pula. Sama sekali berbeda dengan cerita yang kudengar bahwa kucing itu hewan yang suka kebersihan, yang katanya kalau boker suka gali-gali lubang terus nutupin lubangnya habis boker.

Saddle sepeda motor aku juga pernah dicakar sama kucing sampai sobek. Jadi si kucing itu bangun tidur gitu, tidurnya tentu saja di saddle motor itu. Lalu pas bangun dia meregangkan badannya sambil nyakar-nyakar. Ingin rasanya melempar dia sampai ke Yunani...
Biasanya pintu rumah samping ini dibuka si kucing udah pasang kuda-kuda mau masuk aja
Kesempatan lain terjadi di kamar aku, ini yang paling paling paling bikin aku kesal. Waktu itu aku habis ngepel kamar. Jadi jendela aku buka biar enak aja gitu udaranya kan. Sambil menunggu lantai kering, aku duduk di luar kamar, di depan TV. Tiba-tiba terdengar suara kucing tengkar gitu dari kamar. Iyaaaa ternyata mereka berdua itu loncat ke dalam kamar lewat jendela lalu tengkar di dalam, woooy dikira kamarku arena tinju apa. Kampreeeeeeeeeeet!Tahulah kalau kucing tengkar kan rambutnya pada bertebaran gitu iyuuuuuh sumpah jijaaaay. Mana waktu itu kaya lagi parno-parnonya sama toksoplasma :( lalu aku bersihkan ulang kamarku itu sambil nangis. Hiks. 

Aku paham bahwa semua makhluk hidup ingin memiliki tempat tinggal yang nyaman. Bisa untuk berteduh saat hujan, bisa untuk meringkuk hangat saat udara sedang dingin. Termasuk kucing pun demikian. Dia suka tiba-tiba masuk ke rumah mungkin yang dicari ya yang empuk-empuk gitu yang nyaman buatnya tidur.
Tapi gimana ya aku dan keluargaku memang kompakan aja gitu untuk nggak suka membawa kucing masuk rumah. Ditambah dengan kelakuan kucing-kucing yang sudah kutulis di atas, jadi ilfeel dah. Meski demikian sekesal-kesalnya kami nggak pernah sampai nendang kucing. Kalau ngusir ya hush-hush gitu aja sambil digiring menjauh.
Biasanya bukan dia nih yang suka masuk-masuk tapi ya kaya cowo ah semua kucing sama aja :( 
Kadang kalau ada ikan lebih kami kasih ke kucing. Kalau habis makan ikan masih ada kepala ikan yang bisa dimakan, ya kami buang ke sampah agar bisa dimakan kucing-kucing. Kami memang nggak pernah ngasih makan mereka secara sengaja beli, maksudnya biar mereka nggak nyaman, kelaparan, dan cari tempat lain gitu. Tapi herannya, nggak pergi-pergi. Justru kawan-kawannya itu kucing kadang malah mampir tapi berhari-hari. Alamakjaaaan. (Eh ya gak paham itu kawan apa musuh, kayanya sih musuh ya habisnya kalau ketemu ujung-ujungnya tengkar gitu iyuuuuuh bikin takut aja. -_-")
Bapak aku juga pernah berusaha membuang kucing-kucing itu. Bapakku ngarungin mereka lalu menurunkan mereka di pasar yang jauh dari rumah. Tapi yah, pergi satu datang satu. Kalau kata tetangga sih mereka nyaman di rumahku karena di rumahku halamannya besar katanya.

Sungguh, sampai kapan pun aku nggak bisa bangetlah sahabatan sama kucing. Please kucing, kenapa sih kalian nggak pergi aja dari rumah aku?  Lelah jiwa aku sama kalian ini. 

***

Saturday, 6 October 2018

Kita Akan Bertemu Lagi

"Kamu mau kan sama kita yang biasa aja, anak kosan hemat ala ala, gaji ga banyak2 amat, kerjanya cuman di depan komputer ngerjain cad, bikin gambar detail, kadang detail toilet, kadang lobby basement, kadang interior, kadang facade, kadang juga dimarahin sama Pak PM kalo denah sama potongan engga sama. Atau kamu mau kan sama kita yang suka makan, ya makan di warteg, makan gorengan, ngemil hepitos rasa keju sampe jadi gendut. Ngga bisa bikin alis karena ngga tau caranya dan males nyoba tapi aku bisa pake eyeliner kok! Bajunya biasa aja ngga kaya baju2 di majalah gogirl dan instagram2 :( Kadang lembur biar terlihat rajin atau lembur karena emang kerjaannya ngga beres2 :( Sukanya naek angkot naek kereta naek busway tapi kalo males naek ojek kalo panas banget naek uber wekawekaweka. Yah inilah kehidupan yang jauh dari kata enaq, tapi kita masih hepi, masih bersyukur, masih betah sama apa yang ada sekarang. Karena lebih dari itu semua, kita punya temen yang baik-baik, literally baik. Bahkan kadang aneh kalo manggil mereka temen kantor, rasanya kita lebih dari ini HAHAHA. Kalo suatu hari saya resign nanti, kesedihan yang paling dalam adalah berpisah dari mereka. Hiks. 
Sekian."

Copy & paste @ayudyahpermatasari 

***

Tiga tahun aku bekerja di Jakarta, terhitung sejak Februari 2015. Tiga tahun itu berakhir pada September 2018, sekarang aku sudah pulang ke Malang. Kepulanganku lebih rumit dari sekedar 'ingin dekat orang tua...' Banyak hal yang harus disiapkan, banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Jakarta adalah kota yang sangat aku hindari, tetapi ternyata di sana aku belajar banyak hal. Hari Minggu aku pasti nyapu-ngepel kamar, aku jadi tahu nyari duit itu susye syekaliii (poin terpenting wekawekaweka), aku juga jadi lebih bener masaknya, dan banyak deh. Hal-hal yang nggak mungkin kudapat dan kulakukan kalau aku jaga kandang di Malang doang.
Aku pasti bakal kangen banget sama rutinitas dan kehidupanku di sana. Belanja bulanan ke LotteMart, beli sayur ke Pasar Karbela, beli arem-arem isi oncom, sarapan lontong sayur atau bubur ayam atau nasi uduk, tidur meluk dinding, nge-mall yang beneran mall (hwahahah!), makan gado-gado tapi pakai nasi-_-", naik bus Transjakarta atau KRL kadang nyambung gojek ya ampun ini enak banget sih tinggal duduk manis nyampe murah pula secara di Malang aku naik motor selalu haha tapi ya emang lama yah di sana habisnya kemana-mana jauh :(.
Lebih dari terima kasih kuucapkan buat teman-teman di sana yang sudah begitu hangat menyambut, menemani, dan melepasku di Jakarta. Emmmm tapi apa ya yang lebih dari terima kasih? Paling pol cuma bisa bilang gitu sih -_-" tapi itu dari dalam hati kok... Sejujurnya aku nggak suka acara perpisahan, soalnya jadi bikin sedih gitu loh. Lagipula karena aku juga yakin kita akan bertemu lagi InsyaALLAH. Tapi terima kasih sekali buat acara-acaranya dan semua-semuanya.

Aku nggak pernah punya banyak teman yang sedih karena aku pergi dan senang karena aku ada, sungguh. Terima kasih Jakarta dan seisinya.

***

Friday, 30 September 2016

Rio de Jodipaneiro


Kota Malang terus membenahi diri selama kutinggal pergi kerja (ke Jakarta). Beberapa sudut kota jadi berbeda banget. Sekarang jadi banyak tempat gaul baru, terutama di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) dengar-dengar. Taman kota dan alun-alunnya juga dibagusin sehingga menarik penduduk kota untuk mengunjunginya. Namun yang paling baru dan menarik bagiku adalah Kampung 3D dan Kampung Warna-warni! Lokasinya dekat banget sama rumah aku, hanya sekitar 2 km, makanya aku tertarik banget!

Aku dapat foto kampung wisata ini dari grup kerja aku pertama kali, petinggi gitu deh yang ngirim. Lalu lain hari kulihat di instagram beberapa kali. Wah, kaget aku. Aku kira yang dikirim bos itu editan Adobe Photoshop loooh. Berarti betulan yah?

Untuk membuktikan kebenaran foto itu aku pun mengunjunginya saat pulang ke Malang, di bulan September bertepatan dengan libur panjang hari raya Idul Adha. Aku pergi ke sana dengan ibuku. Kami pergi setelah sholat dhuhur naik angkot AMG (atau ABG juga bisa). Rumah kami di Kotalama.

Kampung 3D dan Kampung Warna-warni terletak berseberangan. Kedua pemukiman tersebut berada di kedua sisi Sungai Brantas. Kalau kita melihat dari atas jembatan beton yang menghubungkan Jalan Trunojoyo (Stasiun Kotabaru) dengan Jalan Gatot Subroto, Kampung 3D yang sisi kiri dan sebaliknya Kampung Warna-warni sebelah kanan. Ternyata di sepanjang jalan kota Malang sudah banyak spanduk dan baliho yang memasang promosi tentang kampung wisata ini, tertulis di papan-papan iklan tersebut adalah 'Kampung Wisata Jodipan' atau KWJ.

Tarif masuk ke Kampung Warna-warni Rp2000,00 per orang. Sejak di awal gang hingga masuk ke dalam yang paling dalam semua rumah sudah dicat seru sekali, berwarna-warni. Beberapa dihiasi gambar-gambar lucu, beberapa ditulisi kutipan menarik. Jalan yang berpaving pun juga dicat berwarna-warni. Jangan khawatir akan kehausan atau kekurangan kunyahan, karena penduduk di sana ada bahkan banyak menjual makanan ringan. Ada juga yang jual es warna-warni. Beberapa rumah menjual buah tangan, seperti kaos dan sticker.

Kapan mulai dicat, Git?
Menurut info dari mbak yang menjual sticker (harganya Rp3000,00), pengecatan Kampung Warna-warni dilakukan sebelum bulan puasa 1437 H tahun ini. Selesainya setelah Hari Raya Idul Fitri.

Mengapa dicat, Git?
Dulu pemukiman  yang terletak di bawah jembatan ini terkenal kumuh. Suatu hari ada mahasiswa UMM memiliki ide untuk menghilangkan citra tersebut, dengan mengecatnya. Cara sosialisasinya adalah dengan menjadikannya kampung wisata. Dengan banyak warna secara fisik saja sudah merubah pandangan terhadap pemukiman ini. Kemudian mahasiswa tersebut mencari sponsor, ketemulah dengan Decofresh. "Ngecatnya udah pro banget Mbak, buat yang rumah-rumah tinggi udah pakai semprotan. Tapi kalau yang railing ini pemerintah yang ngecat," kata mbak penjual sticker menjelaskan. Aku juga bertanya apakah Kampung 3D juga sama seperti Kampung Warna-warni, ternyata jawabnya tidak sama.
Berdasarkan sumber yang terpercaya bapakku, sebetulnya dari kecamatannya aja sudah berbeda. Wajar kalau perbaikan pemukiman ini berbeda penanganannya. Kampung Warna-warni masuknya kecamatan Blimbing dan kelurahan Jodipan. Sisi utara yaitu Kampung 3D masuknya kecamatan Blimbing kelurahan Kesatrian.

Tidak lama aku dan ibuku berjalan di Kampung Warna-warni, kami pun beralih ke Kampung 3D. Akses menuju ke Kampung 3D dari Kampung Warna-warni sampai saat ini hanya jembatan beton yang di atas itu. Kecuali kalau mau terbang atau mengulurkan jaring seperti spiderman, bisa aja langsung nyebrangin sungai.

Masuk ke Kampung 3D tidak bayar saat itu. Sejak masuk gang, aku dan ibuku sudah disambut dengan lukisan lubang 3D di jalan yang kami lewati. Secara umum, di sini memang lukisan-lukisannnya 3D semua. Tetapi belum banyak lukisan yang sudah selesai, kata seorang warga yang menemani aku dan ibuku pun progresnya masih 30%. Aku lupa siapa nama abang ini, tapi doi membawa kami sampai ke pinggir sungai, melewati dinding yang sudah dilukis. Aku juga banyak mendapat info tentang Kampung 3D dari abang ini. Menurut doi, perbaikan kampung ini disponsori oleh pemerintah (catnya), tetapi melukisnya dilakukan oleh warga sendiri. Wah jago-jago gambar banget dong warga sini ternyata!

Dua jam saja sepertinja cukup untuk menjelajah kedua kampung wisata ini, tidak butuh waktu lama. Setidaknya ini menurut aku ya, karena apa dong kegiatannya di dalam selain jadi berfoto doang? Wkwkwk. Ya aku cuci mata sih, dalam arti sebenarnya tanpa melepas bola mata dari rongganya. Sungguh deh, warna-warninya ini enak banget dipandang. Aku merasa mataku lebih baik setelah keliling kampung ini, karena warna-warnanya. Cling gitu! Rasanya mataku kembali segar, macam habis dicuci dan digosok sampai seperti baru beli.
Oh kalau kalian anaknya ramah dan suka nanya, bisa juga loh kalau mau beramah-tamah dengan penduduknya. Misal bertanya tentang 'warna baru' di pemukiman ini, sejarah pemukiman ini, atau pertanyaan apapun deh. Kusarankan demikian pada dasarnya orang Malang itu baik-baik dan ramah-ramah banget loh, jadi enak di-PDKT-in. Seriusan deh. Boleh dicek. ^__^

P&K
1. Semoga pembaharuan di KWJ ini benar akan merubah citra Kampung Jodipan yang awalnya kumuh menjadi eksotis, lucu, ekspresif, gaul, kekinian, kewl, awesome, colorful, apapun deh. Tak hanya citra secara fisik, tetapi juga mental dan jiwa warganya.
2. Adanya kampung wisata ini pun akan menyemangati kota Malang untuk lebih baik lagi dalam berbenah, sampai akan terdengar lagi nama yang penuh semangat itu: Malang Kota Bunga.

***

Little Art Gallery (click to enlarge)












Lucu banget kan? Yuk ke Kampung Wisata Jodipan.